Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2007

IPNU-IPPNU Peduli Lingkungan

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diisi dengan aksi bagi bunga dan pamlet oleh IPNU-IPPNU Ancab Nalumsari, Senin (46). Di pintu masuk kota Jepara di depan Pabrik Keramik Mayong, Desa Pringtulis Nalumsari Jepara, sekitar 70 aktivis IPNU-IPPNU menggelar aksi keprihatinan atas rusaknya lingkungan di Indonesia. Sebanyak 500 pamlet dan bunga dibagikan kepada masyarakat yang melintasi jalur utama Kota Jepara dengan kota-kota lainnya. Pamlet-pamlet itu berisi seruan yang berkaitan dengan isu penyelamatan lingkungan, hutan, dan hak asasi manusia. Hal ini terkait kasus di Nalumsari dengan rusaknya Hutan Wisara Sreni, Penggalian C yang semena-mena, penyusutan air sungai di Tunggul Pandean dan Pringtulis, serta pengkritisan atas pembangunan PLTN di Muria.Aksi yang dimulai pukul 08.00 WIB itu tidak mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sebab, aksi itu hanya dilakukan di sekitar jembatann. Spanduk dengan tulisan ‘Kembalikan Keasrian SRENI seperti dulu” menarik perhatian para pengguna jalan yang menggunakan kendaraan. Begitu juga dengan ‘Indonesia is Not For Sale’ yang menyerukan bahwa kekayaan alam
Indonesia tidak bisa begitu saja dijual demi kepentingan investasi. Dan, “Katakan Tolak untuk PLTN”, kian memperjelas sikap IPMNU-IPPNU Nalumsari dengan aksi penolakannya.
Dua aktivis teater KERIS mengenakan pakaian dada terbuka sambil menyeret-nyeret derijen minyak dan memikul sebatang pohon tua berjalan mengelilingi jembatan Nalumsari,  memberi suasana segar bagi anak-anak yang tampak melintas. Selain itu, aksi happening art digelar di lokasi tersebut sambil menyanyikan lagu-lagu mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup. Dalam happening art itu, mereka menggugat pemerintah yang tampak bisu menyikapi kasus-kasus lingkungan. Aktivis IPNU-IPPNU itu juga menyerukan pentingnya kembali pada konsepsi ekoteologi, menyelaraskan Tuhan-Manusia-Alam dalam satuan system kehidupan.alas-kobong.jpgKetua aksi, Muslimin menyatakan, aksi tersebut dilakukan dalam rangka mengampanyekan lingkungan hidup yang telah sedemikian parah dan menjadi isu kolektif. “Bahkan merusak lingkungan sama saja dengan melanggar keimanan, sebagaimana diperankan Adam dan hawa yang terusir dari surga karena merusak tatanan ekologi.

Read Full Post »