Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2008

Happy Birthday IPNU

pac-ipnu.jpg 

Ekstrimisme Kian Menggejala, fanatisme Kian Membudaya, kapitalisme Pendidikan Kian Menyiksa, Kritisme Kian Terpenjara, STOP Pembodohan kader..Selamat hari Lahir IPNU Ke- 54,,, mari Bangkit dari ketertindasan dan melawan atas nama keadilan. Kapan Lagi???? Ayo!!!!

Iklan

Read Full Post »

Emancipatoris As Base of Paradigmatic of Islamic Education 

by Muhammad Khamdan

Freedom in term of Islam intended as freedom of tauhid which is there no something able to bridle, limiting, and immeasurable of dissimilar grind, except eye Allah. And merely system of education or just just curriculum. 

Urgency of Iiberation among Moslem do not emerge off hand, but become awareness as long effect from immeasurable of social process at a period of retreating of Islamic Spirituality. This Matter can provable with existence of formation of opinion explaining about urgency and basis of Iiberation in religiousitas. That Awareness way at least cannot discharge from existence of Asghar Ali Engineer, Hassan Hanafi, and Farid Esack.

kidsoutbound2.jpgAccording to figure of above, poorness reality and oppressed socialize non something that given, but in consequence of structure which systematically created the negative condition. In this case, need rational approach, intellectual, and place forward real movement in have theology. Among that movement is historical criticism coping to look for truth from theology facet, philosophic, come up with phenomenologic in comprehending text. Second, criticize practic, meaning a truth capable to motivate action of human life progress. Become, more at how doctrine able to awaken solidarity of human being to shaken off the yoke.

(lebih…)

Read Full Post »

Religion and Art

Advocating Religion With Art 

by Muhammad Khamdan, S.Pd.I

aries131.jpg

 Art of Indonesia from various era always bear splashy protest from society. the polemical even did not change from same thing, that is perception of existence of insult an religion, especially the Islam. This Symptom is effect of difference interpret imagination of author or existence of intention make an upside down Islam truth 

Existence of man of letters of Indonesia less get to domicile either in middle of life socialize. This matter knock over to Muhammadan man of letters craftily religion, because remain to be its his sturdy ascription that man of letters in a condition of perverting. And surely ugly reputation in Qur’an become the reason of strength agree this argument. And born an stigma “man of letters have no base of belief in God good charitable and, only fancy indefinite of target.” From this stigma, happened relation of disharmonization between man of letters with religion in belleslettres creation.

(lebih…)

Read Full Post »

Membendung “Menopause” Organisasi

 (Nasehat Kita Sendiri)

 logo-ipnu.gif

IPNU-IPPNU terperangkap melestarikan sektarian kultural tanpa berusaha menerangi dengan penghargaan keberbedaan, kemodernan, dan pembaharuan. Lumrahlah jika disebut organisasi jagongan saja. IPNU-IPPNU akan berulang tahun ke-54 dan ke-53, di tengah kehidupan kita. Waktu memang bergulir begitu cepat. Pada taraf tertentu, benar kata filsuf klasik Heraclitos bahwa segalanya memang berubah. Termasuk perjalanan waktu yang tiap detik, menit, jam bahkan tahun dan abad yang selalu berubah. Dalam kehidupan yang selalu berubah ini, sebagai manusia kita tentu tidak ingin hanyut begitu saja dalam perubahan itu sendiri, sehingga menjadikan hidup kita tanpa makna (meaningless). Lebih jauh, Rasulullah melalui wahyu Tuhan dalam QS. Al Ashr mengingatkan bahwa manusia sesungguhnya dalam keadaan rugi. Ya, manakala di balik perubahan zaman itu tidak mengidealkan sebuah kehidupan baru yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya, dalam term keberimanan, menyuarakan kebenaran, dan membawa kesabaran. Sebab, kalau sekadar menyerukan kebenaran dan keberimanan, maka kekerasan yang muncul sebagaimana aksi penyerbuan Ahmadiyah, pelabelan sesat terhadap kalangan pluralis, liberalis. Untuk itulah penting adanya kesabaran. (lebih…)

Read Full Post »

Agama Tanpa agama

Membangun Agama Cinta

 ukhuwah.gif Apakah agama yang anda peluk adalah yang paling benar serta menjamin kebahagiaan dunia dan kehidupan mendatang? Bagaimana dengan agama lainnya, apakah tidak mem-berikan kebahagiaan bagi pemeluknya? Mengapa Tuhan menciptakan banyak agama jika ke-semuanya menyeru keagungan Tuhan?Dalam agama setidaknya ada tiga elemen, yaitu keyakinan atas Tuhan, ritual, dan komunitas. Ketuhanan merupakam sentral agama sehingga manusia merasa perlu mendapat-kan restuNya, terhindar dari murkaNya. Karenanya, manusia melaksanakan serangkaian ritual, tentu berdasarkan keyakinan terhadap Tuhannya. Sementara, komunitas dibutuhkan agar institusi keagamaan punya kekuasaan memaksa publik konsisten menjaga nilai-nilai agama. Identitas dalam komunitas tersebut kian mewujud beda karena keyakinan yang berbeda. Identitas yang mulanya hanya sebatas pembeda antara “kami” dan “kalian”, berkembang menjadi “benar” dan “salah”. Maka, merebaklah sebutan kafir, murtad, sesat, atau atheis.Pemahaman keliru tentang identitas akhirnya menjadi problem serius. Dalam melihat komunitas lain, yang diungkap adalah keberbedaannya, bukan kesamaannya. Dalam Islam, yang diungkap adalah salat subuh berqunut atau tidak? Membaca al-Fatihah dengan basmalah atau tidak? Jarang menjumpai kondisi di mana yang disampaikan adalah kesamaan dan kesatuan: Tuhan, nabi, dan kitab sucinya satu.

Agama bagaikan istri. Istri kita mungkin tidak secantik istri tetangga. Istri tetangga boleh jadi tidak seseksi istri kita. Tidak perlu sibuk bertanya, mengapa istri tetangga lebih cantik, begitu juga tetangga tidak perlu mempermasalahkan, mengapa istrinya tidak seseksi istri kita. Biar tetangga sibuk dengan istrinya, agamanya, dan biar kita sibuk dengan istri kita, agama kita. Itulah yang nantinya melahirkan agama kecintaan kita sendiri tanpa mempermasalahkan agama orang lain. Dan terwujudnya misi rahmatan lil alamin.

Read Full Post »