Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2008

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang tak-kan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Buktinya, Dia memberikan kita cinta kepada orang tua, anak, istri, suami, dan lainnya.

Tapi cinta itu tentu tidak melebihi cinta kita pada Allah. Cinta. Sebuah kata singkat yang me-miliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksis-tensi cinta diakui oleh semua orang.

Prestasi kepahlawanan para pejuang juga tidak terlepas dari pengaruh cinta seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis.

Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkan-nya pada tempat dan waktu yang tepat.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakan-lah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jaga-lah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Tuhan, jika aku jatuh hati, izinkan-lah aku menyentuh hati seseorang yang hati-nya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Ilahi, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai merindukan syurga-Mu. Ya Ahad, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Maliha Qolby,

Ya Qurrota Ainy….

Ya, gara-gara “cinta” pula Dewa 19 yang dikomandani Ahmad Dhani pernah berurusan dengan Front Pembela Islam (FPI). Dewa dengan lirik bertajuk Laskar Cinta sampai mem-buahkan Republik Cinta, menggambarkan cinta yang nyata kepada Tuhan.

Gambaran tersebut adalah adanya cinta kasih Tuhan kepada semua manusia, tanpa melihat sekat agama, suku, pemikiran, dan perbedaan lain dalam dimensi kehidupan manusia. Cinta Tuhan demikian jelas akan berbeda dengan pemahaman kalangan fanatis sempit tentang Tuhan. Sebutlah cinta konseptual bahwa Tuhan adalah yang dikenal dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dan hanya untuk orang Islam. Dalam pandangan ini, Tuhan dianggap hanya milik golongan tunggal, bukan untuk semua. Muncullah pemaksaan.

“Atas nama cinta saja. Jangan bawa-bawa nama Tuhan demi kepentingan mu.” Ini adalah kensekuensi manusia yang sudah diberi kekuatan oleh Tuhan, namun jangan seenaknya mengatas-namakan Tuhan. Namun hal semacam ini tentu tidak mudah diterima oleh mereka yang berpandangan lain

Iklan

Read Full Post »

Pengurus Baru PC IPNU Jepara?

Politik Identitas di PC IPNU Jepara 

Pasca pemilihan ketua PC yang berlangsung 24 Desember kemarin, PAC IPNU Nalumsari mencatat ada politik identitas dalam kepengurusan PC mendatang, yaitu peremajaan para pengurus, apalagi dominansi pusat kuasa.

 Identitas baru membuat spirit organisasi menguat, namun bisa jadi pertanda bahwa generasi tua akan menyetir seolah kader embek. Hal itu dikemukakan Khamdan dalam tasyakuran kader di desa Daren (7/3). Tinggal kepandaian nahkodanya

Read Full Post »

Sekali Lagi Pembekuan

 Pembekuan PAC IPNU Nalumsari dinilai “Berhenti”

Membekukan PAC IPNU Nalumsari tidak memiliki dasar kekuatan kembali, dengan demikian “berak organisasi” yang pernah dilemparkan perlu dicuci.

Ketua PAC IPNU Nalumsari, M. Khamdan, dalam pertemuan dengan beberapa Pimpinan Ranting (PR) di Pringtulis, Sabtu (1/3), mengatakan, pengurus yang menerbitkan SK telah lengser, sedangkan caretaker yang ditunjuk tidak bekerja dalam tempo yang ditentukan, pun mayoritas PR juga menolak pembekuan dengan nota pe-nolakan yang telah diedarkan ke pusat.

Sebelumnya, Sukarno dan Khamdan menemui Ketua PC IPNU Jepara terpilih, Agus Supriyono, di Bangsri (18/2) untuk mengetahui sikap PC IPNU Jepara ke depan. “Yang penting komunikasi tetap berlangsung”, komen-tar ketua PC yang pernah nyantri di Jekulo Kudus itu.

Terkait perwakilan PAC IPNU Nalumsari dalam kepengurusan PC, Agus mengatakan,”IPNU Nalumsari tidak memiliki wakil, karena tidak mengirimkan rekomendasi perwakil-annya”. “Ini sebagai syarat internal kepengurusan di PC”. Tegasnya

PAC IPNU Nalumsari memang telah bersikap untuk tidak mengakui kader jika ada di kepengurusan PC IPNU. Namun, mempersilakan kader IPPNU Nalumsari masuk dalam kepengurusan periode ini. “Sebagai imbas tidak berartinya delegasi PAC IPNU Nalumsari di PC IPNU”. Tutur ketua PAC IPPNU, Lailtus Siyamah yang senada dengan pembina IPNU, Masrukhan secara terpisah (8/3). 

Saat ini PAC IPNU Nalumsari ingin memfokuskan pada program-program penyiapan kader untuk tingkat ranting maupun PAC sendiri. “Adanya dinamika membuat kita lebih dewasa”, tutur Zainal Arifin, ketua IPNU Pringtulis. (Prisma, Edisi 9/ Maret 2008)

Read Full Post »

Bersama Mengawal APBD

Muhammad Khamdan

  mata.jpgRealitas terbalik dalam bangsa Indonesia menunjukkan bahwa keberagamaan masyarakat meningkat, namun prestasi korupsi juga meningkat. Untuk itu diperlukan adanya penyadaran untuk selalu mengawal pelaksanaan APBD di semua daerah.

Dalam menggalakkan upaya pemberantasan korupsi, agama dapat berperan dalam beragam bentuk. Nilai-nilai moralitas yang diajarkan, dapat memberi jawaban atas kian menyebarnya praktek korupsi. Nilai-nilai moralitas itu dapat berfungsi sebagai modal membangun etika sosial baru yang memberdayakan rakyat kecil dan memandang korupsi sebagai kejahatan yang harus dilawan bersama.

Pemberantasan korupsi sangat membutuhkan peranan institusi keagamaan. Ia dapat menjadi salah satu garda depan dalam upaya pemberantasan korupsi, bergandengan tangan dengan gerakan anti korupsi dari kalangan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama strategis sesuai dengan perannya masing-masing dalam pemberantasan korupsi.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah, merubah pemikiran dari pembatasan konsep dosa besar dalam masyarakat. Setiap Jumat, khatib dalam khutbah di hadapan umatnya, dapat menyerukan tentang pemaknaan mencuri, suap, dan korupsi, dari etika penolakan, sampai langkah pencegahan dengan membangun gerakan pengawasan anggaran. Dengan demikian, akan tersedia komunitas-komunitas pengawas APBD di tengah-tengah masyarakat.

Perubahan struktur pengawasan APBD, harus dimulai dengan pergeseran pemikiran dan pandangan terhadap APBD itu sendiri. Pertama, peningkatan kualitas partisipasi publik sampai pengambilan keputusan, karena selama ini publik hanya dijadikan mobilisasi seremonial saja. Kedua, menuntut adanya sosialisasi informasi yang transparan, disertai kebebasan akses atas dokumen APBD dan turunannya. Ketiga, membangun gerakan dalam evaluasi dan monitoring program yang dibiayai APBD, yaitu dari sisi manfaat atau madharat. (Buletin Prisma/ Edisi 9/ Maret 2007)

Read Full Post »

Harlah IPPNU Ke-53

ippnu-nalumsari.jpg 

emansipasi tlah datang sebagai semangat kartini, saatnya kaum wanita ikut andil dalam membangun bangsa ini,,,kalo tidak sekarang, kapan lagi???? ayo bangkit bersama di hari lahir IPPNU ini,,, salam 53 kita!!!

Read Full Post »