Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2008

BBM.,, Benar-Benar Menyusahkan

Hari kebangkitan Nasional memberi bekas dengan kebangkitan bangsa di semua sektor. Korupsi bangkit sebagai budaya turun temurun bangsa, hutang Indonesia tetap bangkit dengan bunga yang beranak pinak, kemiskinan bangkit sampai mata kita tak perlu susah menemukan orang miskin di jalanan, sampai akhirnya….. BBM ikut bangkit sampai pada harga 5.721/liter, yang kita anggap mudah 6000/liter… Mungkinkah Indonesia akan berakhir karena ketiadaan mengurus?????

Ingat, Sriwijaya, Majapahit, dan beragam kerajaan berikutnya roboh gara-gara manusia hidup secara feodalistik yang kaku dan hedonis dengan sesuka hati menjual sumber daya alam pada pihak asing.

Apa mau dikata, BBM telah naik Rekan……

Read Full Post »

DPR????? hi…

Menggugat Anggota DPR

 

 

 

 

 

 

Perilaku anggota DPR praktis kian membuat masyarakat geram dan muak. Sebut saja persoalan ketidak-hadiran, telat, serta tidur pada saat penyelenggaraan sidang. Belum lagi masalah pendapatan serta tunjangan yang tidak kunjung cukup (ingin minta tambah). Kemudian masalah moralitas oknum anggota yang menjadi aktor amatiran dalam video mesum. Dan yang terakhir bergelora adalah masalah renovasi rumah dinas dengan anggaran 350 milyar rupiah. Adapun masalah percaloan pengadaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) TNI yang ditengarai melibatkan Komisi I juga sempat mengemuka.

Isu menyangkut renovasi rumah wakil rakyat ini penting disimak, mengingat pemilihan umum legislatif 2009 mendatang tidak lama lagi bakal digelar. Mendekati rakyat dengan tebar janji dan tebar pesona ketika menjelang Pemilu serta menutup mata dan menyumbat kuping tatkala rakyat berteriak karena tertindas adalah suatu pola yang unik di tengah demokrasi prematur masih membungkus Indonesia. Dengan segala kekentalan dan kelelahan jiwa, meniscayakan rakyat untuk sampai kepada sikap: wakil rakyat yang berkarakter ganda jangan dipilih lagi pada pemilu legislatif 2009 mendatang.

Hitung-menghitung soal anggaran adalah kegemaran anggota DPR. Dan itu tugas mereka. Persoalan alokasi anggaran yang 350 milyar rupiah untuk renovasi rumah dinas mereka itu patut dikritisi mengingat, sebagaimana data yang dilansir oleh Bank Dunia (2006), bahwa 49% dari total penduduk Indonesia masih hidup dengan pendapatan kurang dari 2 US dollar sehari (dikategorikan miskin). Ini berarti separuh dari penduduk Indonesia adalah miskin. Belum lagi jika dirinci menyangkut seperangkat kebutuhan pokok lainnya yang masih belum terpenuhi semisal; hunian yang layak, pangan yang cukup, pakaian yang memadai, akses kepada air minum yang bersih dan sehat, listrik/sarana penerangan, pelayanan kesehatan, pendidikan yang terjangkau, lapangan pekerjaan, tabungan hari tua, dan asuransi.

Betapa banyak masyarakat yang masih menempati hunian yang belum layak/bermartabat untuk manusia: di kolong jembatan, di pinggiran kali yang kumuh. Belum lagi mereka yang mengalami musibah bencana alam semisal tsunami, banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor dan angin puting beliung, yang mengharuskan mereka untuk menempati tenda-tenda di pengungsian sementara. Buktinya, rekonstruksi perumahan untuk korban tsunami di Aceh dan Pangandaran serta gempa bumi di Bengkulu dan bagian barat Sumatera juga belum rampung.

Di sisi lain, ketika sebagain rakyat mengais rezeki dengan berjualan di kaki lima, maka eksekusi penggusuran menjadi suatu hal yang membuat mereka menjerit dan berteriak. Kejadian terakhir adalah penggusuran pedagang di Pasar Bekasi dan di Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung. Tak heran jika letupan kemarahan pedagang berbenturan dengan tindakan koersif/paksaan dari aparat kerap menyertai gelar penggusuran. Karena 1 atau 2 jam bagi rakyat biasa amat berharga guna mengisi perut dan memenuhi kebutuhan pokok mereka. Lain halnya dengan anggota DPR. Satu atau dua jam bagi mereka bisa menghasilkan kenikmatan yang banyak. Seharusnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Mustofa (Guru Besar Kriminologi UI); sejahterakan dulu rakyat, baru sang penguasa bisa menindak/menghukum masyarakat yang melanggar ketentuan.

Rakyat dan para wakilnya adalah sama. Sama-sama manusia. Jika seorang rakyat biasa makan, maka nikmat kenyang yang dirasakan adalah sama persis dengan yang dirasakan oleh sang wakil. Jika seorang rakyat biasa bahagia, maka rasa bahagia yang dirasakan adalah sama dengan yang dirasakan oleh sang wakil. Sekali lagi, karena mereka sama-sama manusia. Akan tetapi, yang membedakan mereka adalah peran dan tanggung jawab serta faktor keberuntungan. Adakalanya bahagia yang dirasakan oleh sang wakil tidak sama dengan yang dirasakan oleh seorang rakyat biasa karena sang wakil merasa masih belum puas dengan nikmat yang sudah diperoleh.

Jika melihat Indonesia secara agregat, maka persoalan yang menjadi sorotan bukan hanya masalah vertikal (kaya dan miskin). Tetapi juga masalah horisontal (celah infrastruktur; listrik, jalan, jembatan, air bersih). Artinya, horisontal antara pembangunan di Indonesia bagian Barat dan pembangunan di Indonesia bagian Timur, serta horisontal antara lintas-pulau dan lintas-golongan. Karena ada persoalan di situ. Sehingga, tercipta suatu pembangunan yang berkesinambungan secara merata dan meluas hingga ke pelosok daerah.

Rakyat dengan wakil rakyat, ada apa dengan mereka? Ironi dari sebuah Indonesia ialah, bahwa kendatipun wakil rakyat konon memiliki “nurani kemanusiaan”, hanya segelintir dari mereka yang menjadi aktor yang baik untuk mendengar teriakan dan suara serak dari mulut rakyatnya, bunyi dari dalam otak rakyatnya, serta bunyi dari dalam perut rakyatnya. Bagian terbesar dari rakyat Indonesia mutlak hidup di dalam hunian yang layak bagi manusia. Oleh karena itu, rumah wakil rakyat jangan direnovasi dulu. Perbaiki dulu hunian rakyat agar layak ditempati.

 

Read Full Post »

Kebangkrutan Bangsa Pada 100 Tahun Kebangkitannya

 

Peringatan 100 tahun Kebangkitan nasional disaksikan dengan kepiluan. Kekuasan neoliberal sudah menguasai bangsa ini.

Proses penjualan dan penghambaan pada asing telah merambah ke semua lini perekonomian dan sumber daya alam bangsa Indonesia. Pasokan solar dan batubara PLN oleh Shell dan swasta, hadir di depan mata. Ada 3 juta tabung gas akan dipasok China, dan perusahaan negara Krakatau Steel siap diserahkan ke Mittal.

Masihkah bangsa ini mandiri?????. Kondisi ini diperburuk lagi oleh keadaan 40 BUMN yang siap dijual, padahal BUMN adalah yang mengelola hajat hidup orang banyak. Jika dijual, dimana posisi Negara yang jelas menguasai hajat hidup orang banyak itu??? Jika gak mampu, mendingan rakyat memilih, dibiarkan saja sumber alam itu untuk generasi berikutnya.

Tambang NNT Batu hijau untuk Newmont dan swasta nasional baik BUMN dan BUMD harus puas hanya menjadi penonton. Cepu diserahkan bagi kejayaan Exxon, dan Natuna juga dijadikan sesajen untuk Exxon. Pada lingkup Jepara yang memiliki Kepulauan Karimunjawa yang molek bak perawan seksi, jangan-jangan juga akan dijadikan pulau dagangan semacam wanita penghibur bagi bangsa asing.

Kemandirian???? Itu juga yang mestinya kita gugat pada Persijap yang lagi-lagi belum mampu melepaskan kerangkeng dan mitos bahwa orang asing lebih pintar daripada kita sendiri. Kapan Persijap bias mandiri kalo APBN yang berjumlah 10 milyar itu justru untuk mayoran bagi pemain asing…..

Rakyat, menantikan bukti dari pemerintah, bahwa bangsa ini bisa bangkit dan bukan menjadi bangkrut. Kita ingin percaya pemerintah akan membawa kebangkitan bagi bangsa ini. Tapi, penggelapan pajak oleh Adaro, Asian Agri, Indosat bebas tanpa proses hukum. Belum lagi obligor BLBI pengemplang ratusan triliun uang rakyat masih hidup bebas dan semakin kaya. Bagaimana bisa percaya pemerintah

Sedih melihat rakyat dan kita sendiri yang tampaknya sudah cukup puas dengan pidato, perayaan-perayaan dan retorika dari para tirani penjual bangsa ini.

Read Full Post »

Doa Restu & Bantuan

SEKOLAH BINAAN PAC IPNU-IPPNU NALUMSARI

Mulai Tahun ajaran 2008-2009 ini, PAC IPNU-IPPNU Nalumsari Jepara jawa Tengah bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (YP3) AL HUSNA Mayong Jepara mulai membuka pendidikan formal berupa:

SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL HUSNA

TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU (TK IT) AL HUSNA

Hal ini sebagai wujud partisipasi dan kepedulian kader-kader muda NU yang terhimpun dalam Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara untuk mengerahkan segala pola manajerial, pengkaderan, dan sistem organisasi pada institusi pendidikan dasar yang menekankan penguasaan Qur’an dan nilai-nilai Islam Indonesia, bersama YP3, dan partner lainnya.

Adapun letak pelaksanaan kegiatan binaan itu berad pada kompleks YP3 AL HUSNA yang terdiri dari Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an AL HUSNA, Madrasah Ulumil Qur’an, Taman Pendidikan Qur’an (TPQ).

alamat lengkap pada Timur POLSEK Mayong Jepara, Gg Gapura AL HUSNA, Pelemkerep 2/3 Mayong Jepara jawa Tengah 59465.

MOHON DOA RESTU DARI SEMUANYA untuk menciptakan sekolah bermutu tak mesti mahal….

Read Full Post »