Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

PAC IPNU – IPPNU NALUMSARI JEPARA

SIAP PERANG MELAWAN

 

NARKOBA

Iklan

Read Full Post »

Kenali Dulu SPMB 2008

Setelah berhasil UN 2008 jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, berikut beberapa hal yang terkait dengan SPMB 2008 dan latihan soal SPMB 2008

 

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SPMB)

SPMB merupakan sistem ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara nasional, oleh sebuah panitia terpusat di Jakarta, berdasarkan mandat yang diberikan oleh Paguyuban Rektor Universitas Negeri Seluruh Indonesia.

SPMB 2008 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Juli 2008.

(lebih…)

Read Full Post »

 

In Memoriam Deliar Noer

 

Nama Deliar Noer tidak bisa lepas dari sejarah negeri ini. Sebagai seorang cedekiawan, pakar, politikus sekaligus pengajar, Deliar Noer nyaris tak ada duanya. Dengan pikirannya yang kritis, Deliar sering dihadang kekuatan utama untuk berkiprah di dunia pendidikan dan dunia politik. Bahkan, dia sampai harus mencari nafkah di negeri orang, karena di negeri sendiri diasingkan.

Prof Dr Deliar Noer, merupakan cendekiawan muslim asal Ranah Minang, yang lahir di Medan 9 Februari 1926. Beliau merupakan doktor politik pertama di Indonesia. Beragam pemikirannya mewarnai perjalanan bangsa. Meskipun, terkadang pemikirannya yang kritis, justru menjadi bumerang baginya.

(lebih…)

Read Full Post »

Mimbar Bebas Budaya

Membangun Budaya Untuk Keadilan Sosial

Sedikitnya 100 orang dari berbagai komunitas seni dan badan otonom NU berkumpul dalam Mimbar Bebas Budaya untuk Keadilan Sosial yang berlangsung di Gedung MWCNU Nalumsari Kabupaten Jepara, pada 15 Juni 2008.

Ketua IPNU Nalumsari, Muhammad Khamdan di Jepara, mengatakan, komunitas seni tersebut meliputi kalangan teater, pelukis, group musik hadrah, santri, pelajar, IPNU, IPPNU, Rabithah Ma’ahad Islamiyah, Muslimat, Fatayat, Anshor, dan juga kalangan NU lainnya.

“Kelompok komunitas masyarakat ini akan menyuarakan seruan untuk keadilan sosial yang saat ini sedang terampas kultur perekonomian yang tidak jelas. Rakyat yang semestinya merasakan segala sumber daya alam di negerinya sendiri, ternyata menjadi buruh di negeri sendiri. Terlebih jika memahami bahwa kekayaan bangsa justru hanya dinikmati kalangan tertentu saja. Dan pada akhirnya, kalangan ini akan mendeklarasikan sebuah gagasan kearifan lokal untuk penyelamatan nilai-nilai keadilan sosial di daerah sekitarnya sendiri baru meluas secara global” katanya.

Mimbar Bebas Budaya yang mengangkat tema “Maling Teriak Maling; Mengadili di Bawah Tanah untuk Keadilan Sosial” ini berlangsung seharian penuh, yang diisi dengan rembug publik, parade budaya, parade puisi, panggung rakyat, serta lomba apresiasi seni melalui penulisan cerpen pelajar SMA se- Jepara.

“Rembug publik dimulai pukul 09.00 dengan fokus pada kesehatan reproduksi dan kenakalan remaja menyikapi fenomena geng kekerasan atas perempuan semacam Geng Nero di Juwana Pati, atau geng-geng motor di berbagai kota. Setiap perwakilan komunitas akan menyuarakan laporan dan pengamatannya terhadap pola pergaulan tidak sehat yang mulai menjangkiti daerah pinggiran. Semua suara-suara untuk kebijakan pelajar yang mengarah pada perbaikan pola pergaulan yang berkeadilan ini kemudian dideklarasikan untuk menjadi rekomendasi,” kata pria yang akrab dipanggil Khamdan.

Setelah itu, kata Khamdan, peserta akan mengadakan renungan keprihatinan atas ketimpangan-ketimpangan hukum yang ada di Indonesia, di mana fenomena penyuapan Artalyta Suryani terhadap pejabat-pejabat teras Kejaksaan Agung di lapangan kecamatan nalumsari dalam aksi parade budaya.

Menurut Khamdan, tak hanya aktivis NU kultural dan struktural, sejumlah komunitas kampus juga ikut serta dalam mimbar bebas budaya ini, seperti komunitas seni Satoesh STAIN Kudus dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma.”Sudah dipastikan aktivis kampus yang ikut serta merasa memiliki kepedulian pada penegakan hukum yang adil dan tercapainya keadilan sosial secara menyeluruh bagi semua kalangan masyarakat,” ucap alumnus STAIN Kudus ini.

Dikatakan, Mimbar Bebas Budaya itu adalah salah satu bagian kampanye yang digagas Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama untuk keadilan sosial. Program lain yang telah ditawarkan dan diapresiasi semua komunitas adalah pemberdayaan komunitas seni untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak mendukung keadilan sosial.

Hasil Lomba Penulisan Cerpen

Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis di segala bidang kehidupan, mulai dari krisis politik, ekonomi hingga krisis moral. Akibatnya bangsa ini kehilangan karakter dan identitasnya sebagai sebuah bangsa.

Melihat kenyataan itu, maka saat ini merupakan mementum sangat penting untuk membangkitkan kembali bangsa ini dengan melakukan character-building (pembentukan karakter). Dan ini merupakan bagian dari usaha melakukan nation-building (pembangunan bangsa), sehingga menjadi bangsa yang maju dan beradab.

Untuk itulah diadakan lomba penulisan Cerpen pelajar SMA se-Jepara dengan pemenang masing-masing Eka Pandini Saraswati (SMA 1 Nalumsari), Atina Rizanatul Fahriyah (MA Matholi’ul huda Troso Jepara), Iffah Nafi’ah (MA Tasywiqul Banat Robayan), Rofi’ati (MA Walisongo), Ratna Candra Wati (MAK Walisongo), Ella Izzatin Nada (MA Matholi’ul Huda Troso Jepara). (mhd)

Read Full Post »

Cahaya Kebenaran

Oleh. Eka Pandini Saraswati

Berdomisili di Desa Ngetuk 3/3 Nalumsari Jepara, siswi SMA 1 Nalumsari Jepara

Cinta pada hati kita. Cinta kepada istri, cinta pada suami, cinta pada harta kekayaan, anak-anak, dan hal yang serupa merupakan berbagai anugrah Cinta Allah. Cinta yang lebih nikmat lagi adalah cinta kepada saudara seiman, cinta yang lahir dalam dakwah. Dan cinta yang terdahsyat, adalah cinta kita kepada Allah dan Rasulullah. Semua hal yang kita cintai, akan menjadi berarti ketika disimpulkan dalam sebuah ikatan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah,

Assalamualaikum warohmatullah … Assalamualaikum warohmatullah,” lirih salam jama’ah sholat Asyar bersama keluargaku, di rumah.

Hampir dua puluh tahun lebih aku berumah tangga. Dengan dikaruniai tiga orang anak, pertama Bagus (20 th), Fahmi Khumidah (15 th), dan Ratna Sa’diyah baru (2, 5 th). Apa yang diberikan Allah kepada kami, merasa syukur dan cukup atas apa yang telah kami miliki selama ini. Walaupun secara kebutuhan hidup terasa sangat pas- pasan. Dengan hidup kesederhanaan, aku juga saling membimbing anak – anakku dan istriku untuk selalu mengingatkan untuk terus setia bersyukur atas kehadiran nikmat Allah, Itulah kehidupan kami.

Akhir – akhir ini pemerintah terus saja di sibukan dengan kenaikan harga BBM atau yang lainya, aku ikhlas dengan rahmad Allah kehidupan keluargaku tidak merasa takut maupun gentar menghadapi perjalanan hidup ini.

(lebih…)

Read Full Post »

Kembali Dari Hitam

Oleh. Atina Rizanatul Fahriyah

Siswi Matholi’ul Huda Troso Jepara

“Dooorrrr….!!! Lagi ngalamunin apa sih neng… kelihatannya serius amat. Kamu ini malam-malam kok ngalamun terus, ntar kesurupan lho…!!!”. teriak Ani sambil ngagetin Dewi yang sedang asyik ngalamun. “Masyaallah Ani,, kaageet taauu…!!! Ah, nggak lagi ngalamunin sapa-sapa, cuma lagi pengen sendiri aja”. Kata Dewi sedikit kaget. “masak sih… nggak ada yang dipikirin?? Kamu lagi ada masalah ya Wi?? Cerita dong ama aku, mungkin aku bisa bantu kamu”. Bujuk Ani sambil merangkul pundak Dewi. “nggak ada apa-apa sayang, beneran deh!!! Makasih ya atas perhatian kamu, kalau aku butuh bantuan kamu, aku pasti bilang deh…!!!”. jawab Dewi sambil meyakinkan Ani kalau memang nggak terjadi apa-apa. “ya udah deh kalau gitu, aku masuk dulu ya? Beneran lho, kalau lagi ada masalah cerita ama aku!!”. Ani berkata sambil berjalan menuju pintu teras depan. “oke deh sayang, makasih ya…” balas Dewi lega.

(lebih…)

Read Full Post »

The Choice Of My Life

Rofiati (29 April 1992)

Domisili di Menganti Kedung Jepara, siswi MA Walisongo

Sebagaimana cuaca hari ini yang cerah, hati Sasi pun secerah matahari yang bersinar dengan penuh keihlasan menerangi bumi ini

“Sas, hari ini kamu kok beda banget sih? Biasanya kamu diem melulu” kata Lia sahabat Sasi.

“Iya, aku bahagia banget nih hari ini, mau tahu kenapa?”

“Ya iyalah, katanya aku sahabat terbaik kamu? Kok giliran kamu seneng gak mau cerita ma sahabat yang selalu setia kepadamu sih?” kata Lia sambil merayu Sasi (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »