Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2009

Hasil Akhir Lomba Karya Sastra
PAC IPNU IPPNU Nalumsari
(Cipta Puisi dan Penulisan Cerpen: Dalam Ruang Kebangsaan)

Setelah melalui tahapan penilaian dewan penyeleksi dan dewan penilai, maka berikut ini kami sampaikan pemenang lomba karya sastra PAC IPNU-IPPNU Nalumsari.

A. Kategori penulisan cerpen
1. Mufarichah “Sepuntung Rokok Kretek”
2. Atik Amrina Sofa “Dekapan Ibu di Bawah Bendera”
3. Arundina Apriyani “Sorban Menggantung”

B. Kategori penulisan cerpen
1. Lukman Hakim “Tangis”
2. Saiful Umam “Sujud Kaki Pertiwi”
3. Ika Wahyu “Deru Asap Jalanan”

Demikian ini disampaikan, terima kasih atas partisipasinya semua dan dukungan dari berbagai pihak.

Panitia

Iklan

Read Full Post »

SELAMATKAN MASJID AL AQSHO!

Cukup satu kata: SELAMATKAN………!

Sebuah dukungan dari kader muda NU Nalumsari Jepara Jawa Tengah, untuk ikut mengabadikan Masjid Al Aqsho di bumi Islam Palestina…

selamatkan-masjid-al-aqsho-ipnu-nalumsari

Read Full Post »

 

KONPERANCAB Ke-7 PAC IPNU-IPPNU Nalumsari;

Ekstra Cepat Dalam Aklamasi Keputusan

Dalam proses peremajaan pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul ulama (IPNU) Kecamatan Nalumsari dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, maka harus diadakan Konperensi Anak Cabang (KONPERANCAB) yang pada periode ini sudah ke-7.

Untuk itu, Muhliyanto selaku panitia pelaksana yang merupakan kelanjutan dari kegiatan Mimbar Kebangsaan (30/12) dengan dihadiri KH. Ahmad Chalwani, sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jateng sekaligus Wakil Ketua Syuriah NU Jawa Tengah, M. Rif’an selaku Wakil Ketua GP Anshor Jawa Tengah, dan Wakil sekretaris PW IPNU Jawa Tengah, menindaklanjuti diadakannya Konperancab ke-7 PAC IPNU-IPPNU Nalumsari pada Sabtu-Ahad, 10-11 Januari 2009, di Gedung Koperasi “Setia Kawan” Bendanpete Nalumsari.

Sesuai dengan fungsinya, Konperancab ke-7 merupakan legitimasi tertinggi bagi PAC IPNU-IPPNU Nalumsari dalam memutuskan arah kebijakan organisasi, rrumusan rancangan Program Kerja, dan perumusan rekomendasi organisasi, serta diakhiri dengan pemilihan Ketua untuk periode 2009-2011 ke depan.

Kegiatan ini berupaya mengubah sistem pengkaderan IPNU-IPPNU yang terkesan kaku dan formal menjadi lebih bersifat kekeluargaan. Hal ini merupakan salah satu sasaran utama karena sampai saat ini, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jepara masih saja “ngotot” bahwa PAC IPNU-IPPNU Nalumsari dalam status pembekuan. Secara spesifik, status yang diakibatkan “kediktatoran” PC IPNU jepara semasa Jauharudin “si Jablon” pada 2007 merupakan kasus yang tiada memiliki alasan substansi karena tidak mampu memberi klarifikasi balik, apalagi PC sudah mengalami kepincangan kepengurusan. ini dapat difahami karena Agus Supriyono selaku pengganti si Jablon telah mengundurkan diri karena di KUDETA kawan kepengurusan sendiri, sedangkan ketua pengganti (PJs) yaitu Munawwir merupakan sosok bukan kader karena tidak pernah mengikuti proses pengkaderan sebagaimana menjadi syarat suatu kepengurusan IPNU-IPPNU yang ada.

“Masak kita mau dipimpin oleh ketua yang sama sekali tidak tahu proses pengkaderan? untuk menjadi ketua di tingkat Ranting saja mesti ikut Makesta, apalagi di PC?”

Para peserta kegiatan berjumlah 60 orang, terdiri dari utusan Pimpinan Ranting, Pengurus PAC, termasuk juga peninjau yang terdiri dari utusan MWCNU Nalumsari, badan alumni dan pembina, serta peninjau pasif dari kader undangan lain, secara singkat menerima LPJ PAC IPNU-IPPNU Nalumsari secara aklamasi hanya dalam waktu setengah jam pembacaan laporan oleh Lailatus siyamah, S.Pd.I.

proses pemilihan ketua dipimpin oleh presidium sidang mengingat PC IPNU-IPPNU Jepara meninggalkan forum karena “ngambek” tiadanya kesepakatan dengan panitia dan pengurus PAC IPNU Nalumsari. Adapun yang dipilih peserta Konperancab adalah Sukarno, S.Pd.I selaku ketua presidium, Eni inayati sebagai sekretaris, Kholid Wardana,S.Pd.I, Kharisun, A.Md, dan Ahmad Baedhowi, S.H.

muslimin-pac-ipnu-nalumsari-jepara-jawa-tengah1Melalui cara yang sangat elegan dari peserta yang berhak memilih sejumlah 15 orang dari ranting dan 5 dari badan semi otonom PAC, Muslimin, S.Sos.I hanya dalam satu tahapan dari empat tahapan yang disepakati peserta telah mendapatkan suara mayoritas (16), dari bakal calon lain, Zainal Arifin (2), Muhliyanto (1), dan 1 abstain, dan langsung disambut dengan tepuk tangan meriah mendapatkan pemimpin dengan ektra cepat tak kurang dari 10 menit saja. eni-inayati-pac-ippnu-nalumsari-jepara-jawa-tengahAdapun proses pemilihan IPPNU mendapatkan 3 kandidat yang sama kuat, namun kharisma Eni Inayati seolah membius para peserta sehingga mendapatkan suara 14, sedangkan pesaingnya masing-masing Khofiyanida (4) dan Khoirun Nisa (3).

Ini merupakan tahap Konperancab tercepat dalam sejarah PAC IPNU-IPPNU Nalumsari, karena pemilihan Ketua tidak sampai menghabiskan waktu setengah jam, sedangkan LPJ juga tidak mendapatkan perdebatan melainkan sekadar klarifikasi jadwal kegiatan saja. Alhamdulillah, “jika bisa cepat mengapa diperlambat?” komentar Muhliyanto selaku ketua panitia.

Read Full Post »

Lelucon Santa Klaus..

SANTA CLAUS

Adalah seorang tua, kakek-kakek, usia sekitar 70-an tahun, berjenggot putih yang lebat, dengan perawakan tubuh segede pendeta Gilbert, ketika malam hari di musim salju, sambil menggendong sebuah karung yang besar yang berisi permen coklat “Silver Queen”, berlompat-lompatan di atas genteng rumah orang. Dari satu rumah ke rumah yang lainnya, sampai akhirnya tiba di rumah seorang bocah bernama: Andri
Maka dibukalah sebuah gentingnya, dan ketika diintip oleh kakek Klaus, tampaklah papa dan mamanya Andri sedang bugil dan sepertinya sedang “bertengkar” hebat. Mata kakek Klauspun semakin melotot tak berkedip dan jantungnya berdegup kencang sekali. Suatu pertunjukan yang langka, pikir kakek Klaus sambil berkali-kali harus menelan air liurnya. santa-klaus-naked-bugil-nalumsari
Ketika pertunjukan itu usai dan suami-istri itu tertidur pulas kecapaian, mulailah kakek Klaus itu mengeluarkan sebuah gergaji. Rupanya kakek Klaus terpaksa harus “merusakkan” rumah orang – menggergaji kayu-kayu ‘reng’ agar tubuhnya yang gendut kayak pendeta Gilbert itu bisa masuk dan turun ke kamar tidurnya Andri. 
Lalu, “Gedeblug……..!” tubuh kakek gendut itupun berhasil melompat masuk ke kamarnya Andri. Maka dicarilah yang sepatunya Andri untuk diberinya bingkisan Natal berupa sebuah permen coklat bermerk: “Silver Queen.” – Di “Careefour” harganya mungkin sekitar Rp. 1.000,- an. [Hua…ha..ha…]
Setelah selesai memberikan “Silver Queen” ke sepatu Andri, bergegaslah kakek Klaus itu kembali naik ke atas genting, untuk membagikan permen ke rumah-rumah yang lainnya. 
Ketika pagi harinya, gegerlah rumah Andri karena didapati atap rumahnya bolong [lobang] besar sekali. Maka bergumamlah papanya Andri: “Jancuk!”
Nah, pak pendeta Gilbert yang gendut dan pendeta Stephen Thong yang kayak tong, serta pendeta Rio Mig………., saya permisi mau nanya tentang kasus tersebut: 
1. Apakah tidak terlalu dingin buat seorang tua kayak kakek Klaus itu untuk 
  keluyuran di malam hari di musim salju? 
2. Apakah tidak terlalu besar resikonya untuk diteriaki: “Maling” jika 
  dibandingkan dengan harga sebuah permen “Silver Queen?” 
3. Apakah suatu perbuatan yang “sopan” dan “terpuji” memasuki rumah orang 
  malam-malam, dengan cara mengendap-endap seraya merusakkan atap rumah 
  orang? 
4. Dengan ilmu apakah sehingga perbuatan kakek Klaus itu bisa aman tanpa 
  ketahuan orang? Apakah dengan ilmu “ginkang” – meringankan tubuhnya 
  Siauw Liem Sioe Liong? Atau dengan ‘ginkang’ nya yesus yang berjalan di atas 
  air? 
5. Apakah tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menunjukkan perbuatan baik, 
  yang mungkin bisa dilakukan di siang hari secara terang-terangan pula? Atau, 
  itukah perbuatan baik yang orang-orang Mingguan anggap sebagai satu-
  satunya dan yang terbesar? 
6. Sudah berapa abadkah berlalu kisah itu dan sudah berapa orang pendetakah 
  yang telah menirukan langkah-langkah Santa Klaus itu? Apakah pendeta 
  Gilbert, Stephen Thong dan Rio Mig….. sudah pernah mencoba mempraktekkan
  ajaran itu? Atau, kapan anda hendak memulaikannya? 
7. Apakah ajaran yang seperti itu memang merupakan mata pelajaran yang 
  terpenting bagi anak-anak sekolah minggu? Suatu ajaran yang “siap” untuk 
  ditiru oleh anak-anak anda? Seperti beberapa anak yang mempraktekkan 
  film “Superman” dan terjun bebas dari ketinggian tower lalu tewas dengan 
  kepala pecah?! 
8. Apakah kalau orang baik itu identik dengan orang saleh atau orang kudus, 
  sehingga kakek Klaus itu layak untuk digelari sebagai “santa” – bapa suci?
  Apakah ada rekaman peristiwanya di mana kakek Klaus itu juga 
  bersembahyang kepada TUHAN, berdoa kepada TUHAN, dan beragama 
  Kristen? Sebab jangan-jangan seorang kakek yang Atheis?! 
9. Apakah cerita-cerita yang ada di dalam Alkitab, seperti Janda di Sarfat, 
  Naaman, Kornelius, Dorkas, dan lain-lainnya itu kurang pantas untuk lebih di 
  ke depankan dibandingkan dengan pakde Klaus?! 
10. Mengapa yang dijadikan simbol Natal [Kekristenan] itu pohon cemara yang 
  tidak berbuah; bukannya pohon Durian Monthong, misalnya?! Apakah itu 
  untuk memberikan gambaran bahwa anda-anda itu orang yang tidak bisa 
  berbuah? – sedangkan untuk buah-buahnya pada cemara itu hanya aksesoris 
  saja?! Tentang suatu kumpulan orang yang memuliakan TUHAN hanya di 
  bibirnya saja?
11. Haruskah memori seorang anak yang masih bersih itu dijejali dengan cerita-
  cerita dongeng yang khayal dan konyol, tapi manakala si anak itu berbicara 
  yang tidak jujur kamu marahi?! – Eh dasar kamu orangtua sinting!

Read Full Post »