Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2009

Akhirnya Datang Juga …

Kandidat Ketum IPNU Mengerucut pada Empat Nama
Senin, 22 Juni 2009 07:07

Brebes, NU Online
Kandidat ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengerucut pada empat nama. Mereka, antara lain, Mohammad Asyhadi (Demak, Jawa Tengah), Ahmad Syauqi (Surabaya, Jatim), Rizal Syarifudin (Makassar, Sulawesi Selatan) dan Caswiyono Rusydie (Batang, Jawa Tengah).

Keempat nama itu disebut-sebut memiliki dukungan kuat dari pimpinan wilayah dan pimpinan cabang se-Indonesia. Namun demikian, disebut-sebut pula, masih ada kemungkinan keempat nama itu akan mengerucut lagi menjadi dua nama saja.

“Bisa jadi, pada akhirnya nanti (menjelang Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum) akan mengerucut pada dua nama,” kata Sekretaris Panitia Pengarah Kongres ke-16 IPNU, Rikza Chamami, tanpa menyebut lebih rinci dua nama yang dimaksud, kepada NU Online, di sela-sela Kongres, Ahad (21/6).

Diberitakan sebelumnya, terdapat 11 nama kandidat calon ketua umum PP IPNU, yakni Mohammad Asyhadi, Ahmad Syauqi, Rizal Syarifudin, Caswiyono Rusydie, Murodi, Rizky Riyadu Topeq, A.S. Zarkasih (ketiganya dari Jawa Barat), Arif Rahman (Jawa Tengah), Imam Syafi’i (Jawa Timur), dan Khoirul Anam (Sulawesi Selatan).

Sementara, kandidat calon ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri NU, tidak ada perubahan. Dua nama muncul yang disebutkan sebelumnya, hingga kini tidak bertambah atau berkurang. Mereka, antara lain, Margaret Aliyatul Maimunah (Surabaya, Jatim) dan Ummu Sofiah (Lamongan, Jatim).

Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum IPNU atau IPPNU direncanakan digelar Senin (22/6) malam. “Tapi, mungkin bisa molor jadi Selasa (23/6) pagi. Karena beberapa agenda sidang yang seharusnya selesai hari ini, ternyata belum selesai juga,” jelas Rikza. (rif)

Iklan

Read Full Post »

PBNU Ingatkan Batas Usia Maksimal Anggota IPNU-IPPNU

Senin, 22 Juni 2009 20:01
Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan kembali soal batas usia maksimal anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang saat ini sedang mengadakan Kongres di Pondok Pesantren Al-Hikmah Brebes, Jawa Tengah. Usia maksimal bagi anggota IPNU dan IPPNU adalah 25 tahun.

Aturan ini dituangkan dalam Peraturan PBNU yang merupakan hasil Rapat Pleno tahun 2005 yang dihadiri oleh segenap pengurus PBNU, dan lembaga, lajnah serta badan otonom di lingkungan NU. Rapat pleno menyepakati batasan usia anggota IPNU dan IPPNU karena dianggap penting dalam menata proses kaderisasi di lingkungan NU.

”Ini (pembatasan usia) adalah hasil Rapat Pleno PBNU atau dituangkan dalam Peraturan PBNU. Jadi statusnya lebih tinggi dari Surat Keputusan (SK),” kata Wakil Sekjen PBNU H. Taufiq R. Abdullah kepada NU Online di kantor PBNU Jakarta, Senin (22/6), terkait pelaksanaan Kongres IPNU dan IPPNU.

Menurutnya, pembatasan usia anggota itu juga berlaku bagi pengurus IPNU-IPPNU di semua tingkatan. ”Ketua dan jajaran pengurus dari pusat dan daerah itu kan harus dari anggota IPNU atau IPPNU. Jadi pembatasan ini juga berlaku bagi pengurus,” kata Taufiq.

Ditambahkan Taufiq, mengingat saat itu banyak pengurus IPNU-IPPNU di berbagai tingkatan berusia di atas 25 tahun, maka dalam Peraturan PBNU itu masih diberikan kelonggaran. Pemberlakuan itu dilakukan secara bertahap, namun harus sudah diterapkan pada Kongres IPNU dan IPPNU yang diadakan saat ini (2009).

Selain persoalan penataan jenjang kaderisasi, pembatasan usia dimaksudkan agar IPNU-IPPNU bisa berkonsentrasi pada kegiatan-kegiatan yang menjadi kebutuhan para pelajar.

Menurut Taufiq, PBNU sering mengkritik kegiatan IPNU dan IPPNU yang tidak mencerminkan aspek pelajarnya karena dimotori oleh beberapa pengurus yang sudah dalam jenjang S2 dan S3, atau sebagiannya malah sudah aktif bergelut di lembaga swadaya masyarakat (LSM). (nam)

Read Full Post »

Kandidat Ketua Umum Fair Action

Minggu, 21 Juni 2009

BREBES – Seluruh kandidat calon ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) diminta bersaing secara sehat. Persaingan seharusnya tetap mengedepankan aturan organisasi, nilai dan norma yang berlaku.

Demikian pula, persaingan seharusnya tidak menggunakan praktik politik uang (money politic) sebagaimana telah ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar NU, KH Hasyim Muzadi, dalam pidato pembukaannya, Sabtu (20/6) kemarin.

(lebih…)

Read Full Post »

Kongres IPNU-IPPNU

Selamat mengusung perubahan rekan dan rekanita, semoga perubahan yang lebih cepat itu membawa hasil yang lebih baik…

JK dan Kongres IPNU

Read Full Post »

Olahraga Bahari Jepara

Pembangkitan Olahraga Bahari

Oleh Muh Khamdan, alumni STAIN Kudus dan calon Widyaiswara Depkumham RI

[dimuat di Harian Suara Merdeka, 1 Juni 2009]

POTRET Kota Jepara dalam olahraga nasional sementara baru tampak dari cabang olahraga sepak bola setelah Persijap saat ini ikut bertengger dalam Indonesia Super League (ISL) serta Copa Indonesia. Sangat mengejutkan karena secara realitas meninggalkan kota-kota sekitar yang baru merebut divisi utama atau divisi di bawahnya.

Namun betapa akan lebih memberi implikasi baik jika segmen olahraga bahari juga dibangkitkan dan menjadi target pemberdayaan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.lomba-dayung jepara nalumsari

Bayangkan saja, Jepara daratan memiliki 72 km bentangan pantai berpasir putih, belum termasuk gugusan 27 pulau dari Kepulauan Karimun Jawa yang memiliki karakteristik beragam. Hal demikian membuat Jepara berpotensi menjadikan olahraga bahari sebagai salah satu industri olahraga raksasa di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Penetapan olahraga bahari sebagai salah satu industri olahraga raksasa bukan tidak mungkin terwujud. Tidak perlu ada pembangunan stadion yang mewah sebagaimana stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), tetapi model olahraga bahari justru menghubungkan antara kealamian lingkungan dengan nilai-nilai sportivitas.

Bagi penikmat olahraga bahari, salah satu kebutuhan pertandingan adalah kebutuhan kepuasan batin dengan panorama kebaharian, baik terkait daratan laut seperti pantai atau angin laut maupun perairan berupa ombak, flora, dan fauna laut.

Gagasan pemberdayaan olahraga bahari ini juga telah menjadi program pemberdayaan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagaimana dikemukakan MB Zubakhrum Tjenreng, Deputi Pengembangan Industri Olahraga, bahwa sport fishing akan dikampanyekan sebagai industri kreatif di bidang olahraga bahari (MI, 22/5).

(lebih…)

Read Full Post »

Sabu-sabu Jepara

Memahami Kasus Sabu-sabu Jepara

* Oleh Muh Khamdan, bekerja di BPSDM Depkumham RI dan peneliti Paradigma Institute

[dimuat di Harian Suara Merdeka, 7 Mei 2009]

MENGAGETKAN. Demikian perasaan sebagian masyarakat Jepara perkotaan setelah pembongkaran pabrik sabu-sabu di kawasan Pantai Kartini (3/5). Pabrik sabu-sabu di Kelurahan Kauman RT 4 RW 5, Kecamatan Jepara merupakan pabrik yang pertama kali terbongkar di wilayah Jawa Tengah.

Masyarakat segera bertanya, ada apa dengan Jepara? Mengapa kota santri sekaliber Jepara menjadi pusat produksi sabu-sabu ?

rumah sabu-sabu cik lanang JeparaDalam pemberitaan selama ini dinyatakan bahwa pabrik di Jepara adalah bagian dari jaringan mafia pabrik ekstasi Depok dan terkait jaringan internasional. Sebuah fakta yang lebih mengkhawatirkan berupa terbongkarnya pangsa pasar yang merambah lintas provinsi dan antarnegara, seperti Hongkong dan Thailand ketika omset penjualannya mencapai 30 miliar (SM, 4/5).

(lebih…)

Read Full Post »

Mistisisme Kura-Kura Jepara

Pelajaran dari Kura-kura Jepara

Oleh Muh Khamdan, mantan ketua IPNU Nalumsari dan bekerja di BPSDM Depkumham RI

(Dimuat di Harian Suara Merdeka, 27 April 2009)

kura-kura kartini Jepara- Nalumsari

SEKITAR 3000-an orang memenuhi pelataran patung kura-kura raksasa yang berada di Pantai Kartini. Mereka berkumpul untuk acara berdoa bersama yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Anshor NU Jepara dan Majlis Zikir Wa Syifa (SM, 23/4).

Acara yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara, secara tersirat merupakan respons kekhawatiran atas ramalan Mama Lauren yang menjadi ‘’buah bibir’’ masyarakat. Kendati berdalih tasyakuran atas pemilu, momentum dan tempat pelaksanaan jelas mempertontonkan kalangan agamawan Jepara terbawa persepsi bencana tsunami.

Tsunami memang sebuah bencana yang telah merusak wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara dengan wilayah patahan gempa sekitar 600 km (26/12/04).

Tsunami juga telah menerjang wilayah Pangandaran yang didukung adanya gempa berskala 6,8 Skala Richter yang dirasakan sampai Jakarta, serta melanda pesisir pantai selatan Jawa, seperti Ciamis, Kebumen, Bantul, dan Ponorogo (Walhi, 18/7/06). Tak heran banyak masyarakat pesisir lain merasa ketakutan dengan isu tsunami, termasuk Jepara.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »