Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘agenda’ Category

Refleksi Harlah IPNU ke-55

Memperbaiki Wajah Muda NU

Kalangan muda NU tengah menanggung beban berat sebagai konsekuensi dari keberlanjutan pengkaderan NU yang diperoleh dalam tahun terakhir.

Hal ini disebabkan perilaku tokoh tua NU sendiri yang terkadang kebablasan dalam memanfaatkan potensi besar anggota jam’iyah NU tersebut. Tokoh tua begitu bersemangat membongkar apa yang terjadi di balik peristiwa politik atau kehidupan pribadi seseorang kaum muda NU sehingga mudah untuk memutus mata rantai pengkaderan. Demikian tanggapan Zainal Arifin, wakil ketua PAC IPNU Nalumsari Jepara menanggapi polemic lama tentang pembekuan PAC IPNU Nalumsari oleh Pimpinan Cabang IPNU Jepara

Perilaku itu membuat banyak pihak mulai bertanya-tanya, inikah bentuk atau corak langkah tokoh NU tua yang tidak mengayomi dan tidak memberikan komunikasi yang baik terhadap kader mudanya. Untunglah selama ini Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Nalumsari selalu mengawal dan memberikan pengarahan terhadap PAC Nalumsari kendati status pembekuannya belum dicabut.

Perilaku pers yang demikian bebas awalnya dianggap sekadar kegembiraan sesaat atau euphoria dari PC IPNU Jepara. Mengingat sebelumnya PAC IPNU Nalumsari terkekang oleh berbagai batasan karena kepengurusan tersekat pada penguatan kaderisasi internal, maka pada kepengurusan 2007-2009 oleh Muhammad Khamdan menjadi awal gebrakan untuk mengembangkan sayap program agar PAC IPNU-IPPNU  Nalumsari bias dikenal secara luas.

Refleksi setahun kepengurusan 2009-2011 yang dihadiri lebih dari 200 orang ini dilaksanakan pada Rabu (10/2/10) bersamaan dengan prosesi pelantikan Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Daren. Prosesi serah terima kepengurusan mengamanatkan Rekan Muttaqin sebagai ketua IPNU dan Rekanita Zulfa Ning’un.

Dalam sambutannya, Gus Ripin mengatakan bahwa menyambut bulan Harlah IPNU dan IPPNU yang ke-55 dan ke-54 besok akan dideklarasikan Majelis Alumni IPNU-IPPNU Nalumsari atas kerjasama para alumni yang telah dikoordinasi Rekan Zainal Anwari, mantan wakil ketua PAC IPNU Nalumsari. Sesungguhnya Bulan Harlah 24 Pebruari dan 2 Maret merupakan momentum perbaikan bagi pengkaderan generasi muda NU semua.

Iklan

Read Full Post »

Duka Cita KH Abdurrahman Wahid

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..

Telah terbang KH Abdurrahman Wahid dalam kebahagiaan pada 30 Desember 2009, pukul 18:45, di RSCM Jakarta. Semoga perjuangannya tetap berlanjut, dan keceriaannya tetap menjadi benih kbahagiaan bangsa Indonesia…

[Keprihatinan PAC IPNU-IPPNU Nalumsari atas meninggalnya KH Abdurrahman Wahid]

Read Full Post »

“Nata dekoko” PAC IPNU Nalumsari


Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)  dan ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara akan memulai gerakan Napak Tilas Pengkaderan dan Koordinasi Korps (Nata dekoko)  terhadap badan kepanduannya. Program ini dilakukan dengan menggalakkan tradisi ketrampilan mengantisipasi bencana musim penghujan yang biasanya disusul dengan beragam fenomena alam yang destruktif bagi masyarakat.

Korps Kepanduan tersebut akan melibatkan Corps Barisan Pelajar (CBP) dan Korps Kepanduan Putri (KKP) yang telah dibentuk pada masa periode sebelumnya, yaitu kepemimpinan Muh. Khamdan dan Lailatus siyamah. Kegiatan akan difokuskan pada ketangkasan pertolongan bencana, kegiatan keagamaan atau ubudiyah NU seperti istighotsah, tahlil, pembacaan rawi dan ratib, serta lailatul ijtima’ yang dilakukan dengan bersafari dari masjid ke masjid dan mushalla se kecamatan Nalumsari.

”Target dari kegiatan “nata dekoko” ini adalah kedekatan antar pengurus dan kader-kader PAC IPNU-IPPNU Nalumsari dengan masyarakat secara keseluruhan dan antisipasi bencana, sehingga nantinya PAC memiliki kekuatan tenaga dalam upaya pertolongan pertama di masyarakatnya masing-masing dalam menganggulangi bencana alam”. kata Khofiyanida yang terpilih sebagai ketua panitia “Nata dekoko”

Musyawarah PAC IPNU-IPPNU, Jum’at (11/12) menetapkan beberapa adgenda seperti format kaderisasi yang akan dilangsungkan dalam menyambut liburan sekolah berupa pelatihan berbasis alam, makesta massal di semua ranting, sampai halaqoh akhir tahun guna mengkritisi UU Kepemudaan dan peluang IPNU-IPPNU dalam perkembangannya. Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus PAC IPNU-IPPNU Nalumsari dan perwakilan dari ranting-ranting sepakat menjadikan tanggal 11 Desember sebagai tonggak hari pengkaderanbagi PAC IPNU-IPPNU Nalumsari, karena setahun yang lalu hal tersebut menjadi langkah perjuangan menyusun organisasi secara heroik dari Rekan Khamdan setelah dalam berbagai fase SK Pembekuan dari PC IPNU-IPPNU Jepara tidak ditindaklanjuti kembali untuk dicabut.

Dihubungi Redaksi Prismanalumsari, Jum’at (11/12), khamdan yang sekarang telah menjadi Widyaiswara di Departemen Hukum dan HAM di Jakarta menyatakan akan memberikan pengawalan agar proses pengkaderan tetap berjalan bagi PAC IPNU-IPPNU Nalumsari walau status organisasinya masih dibekukan.

“Yang penting kegiatan secara kultural dan struktural di daerah masih diakui dan mendapatkan dukungan dari lembaga-lembaga otonom NU setingkat dan kea tasanya, kendati PC IPNU Jepara masih “ngambek” dengan kecelakaan sejarah seniornya dulu.” Tutur sosok yang selalu kritis dalam sistem pengkaderan di IPNU-IPPNU Nalumsari itu melalui handpone-nya.

Read Full Post »

Militansi Kader NU Melemah?

Rasa Militansi Kader NU Kian Melemah

GEMPA BUMI NALUMSARI JEPARAkalangan Nahdliyin saat ini tengah mengalami disorientasi nilai sosial yang ditandai oleh semakin memudarnya rasa kebangsaan dan semakin melemahnya semangat sepenanggungan serta sependeritaan sesama anak bangsa. Hal ini menjadi bukti bahwa militansi “kebangkitan” sebagai artian dari Nahdhah kian melemah.

“Bangsa ini tengah mengalami penurunan rasa kebangsaan. Semangat nasionalisme dan kesetiakawanan yang kita miliki semakin melemah,” kata Muslimin yang juga Ketua PAC IPNU Nalumsari dalam acara halal Bil Halal di Ranting Mojo (5/10).

Apa yang diungkapkan Muslimin, S.Sos.I  sangat beralasan. Merujuk pada bencana alam dengan kekuatan tektonik 7,6 skala richter (SR) yang meluluhlantakan Sumatera Barat (Sumbar),  Rabu (30/9), yang telah merenggut korban ratusan korban jiwa serta menelantarkan ribuan warga, dapat dilihat betapa semangat kebersamaan sebagai sebuah bangsa mulai menurun.

“Kesetiakawanan terhadap saudara yang terkena musibah mulai luntur. Gempa yang melanda Sumbar seolah hanya musibah bagi warga Sumbar saja. Padahal Sumbar merupakan bagian integral dari rumah besar bernama NKRI,” imbuh Muslimin dengan nada prihatin karena masyarakat Nahdliyin seolah tidak menggerakkan kekuatan untuk membantu.

“Untuk itu, mari kita buktikan dari diri kita sendiri dengan segera mendonasikan harta yang kita miliki untuk membantu mereka melalui jaringan donasi yang ada secara cepat.” Seruannya kepada segenap pengurus PAC IPNU Nalumsari.

Read Full Post »

Silaturrahim Halal Bi Halal

Silaturrahim Jadi Faktor Konsolidasi Sangat Penting

Halal Bi halal IPNU IPPNU Nalumsari JeparaSiapa pun ketua PAC IPNU-IPPNU Nalumsari mesti mempertimbangkan hubungan harmonis dengan organisasi dan elemen NU yang ada. Sebab, perjalanan organisasi pengkaderan adalah derivasi dari perjalanan sejarah pelaku organisasi di era sebelumnya sehingga tidak bias terpisahkan.

Untuk itulah dalam momentum lebaran tahun ini, jajaran pengurus PAC duet kepemimpinan Muslimin, S.Sos.I dan Eni Inayati, S.Pd.I mengadakan touring silaturrahim ke seluruh tokoh senior NU dan tokoh-tokoh pelaku IPNU-IPPNU masa-masa terdahulu.
“Silaturrahim adalah faktor sangat penting dalam konsolidasi organisasi, melihat PAC IPNU-IPPNU Nalumsari sampai sekarang ini statusnya masih “dibekukan” oleh PC IPNU-IPPNU Jepara. Sebanyak puluhan kader yang mewakili 16 Pimpinan Ranting ikut dalam rombongan yang dikomandoi Zainal Arifin.” kata Muhliyanto selaku humas dalam paparannya di kediaman mantan ketua IPNU nalumsari yang  lalu, Muh. Khamdan (23/9).

Mengingat pentingnya silaturrahim tersebut, Khamdan yang kini telah menjadi fungsional widyaiswara Depkumham RI di Jakarta menasehatkan agar para kader untuk tetap berinteraksi dengan semua elemen NU dan tetap konsisten menjalankan program sesuai dengan misi dan visi kepengurusan. Yaitu pemberdayaan dalam dimensi kemitraan sebagai kelanjutan era sebelumnya.

Read Full Post »

Konsultasi Organisasi Lewat Persamaan Persepsi

AKSI menggugah semangat kebersamaan yang dilakukan PAC IPNU-IPPNU melalui Pelatihan Administrasi Organisasi (20/7) ternyata mampu menyatukan kesamaan persepsi bahwa organisasi Banom NU termuda di Kecamatan Nalumsari itu harus berbenah setelah ditinggalkan  kalangan seniornya hijrah pada pos-pos pekerjaannya. Kegiatan ini terinspirasi dari adanya slogan ‘Lebih Cepat Lebih Baik’  agar tidak semakin terpuruk karena kendor semangat. Selama ini, PAC IPNU-IPPNU Nalumsari cukup gencar memberitakan informasi kegiatan terkininya melalui Buletin PRISMA yang dirintas masa duet kepemimpinan Muh. Khamdan dan Lailatus Siyamah.

Landasan demikian terungkap dari pernyataan ketua PAC IPNU Nalumsari sekarang, Muslimin, yang menyatakan bahwa PAC Nalumsari akan melakukan reorientasi gerakan menuju program progresif agar tidak menjadi organisasi  “jago kandang’ atau bagai katak dalam tempurung.

Pelatihan administrasi yang bertempat di balai pertemuan kantor petinggi Muryolobo diikuti sekitar 50-an peserta dari 11 ranting yang saat ini masih aktif.

Menurut Khoirul Anwar, tindakan yang dilakukan PAC ini bisa dikategorikan langkah proaktif sebelum menjemput ajal pimpinan-pimpinan ranting yang sekarang berjumlah 16.PDF bisa dikategorikan iseng. “Dia terinspirasi berita-berita di TV soal bom di Jakarta. Mungkin itu dilihat di rumahnya yang terus menyetel acara TV yang menayangkan berita-berita soal bom,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/7) sore.

Dari berita-berita itulah, PDF membayangkan jika kejadian yang serupa terjadi di Kota Bandung. Kemudian, dia menghubungi Hotel Sheraton. Namun, itu pun tak disengaja. Pada awalnya, PDF berniat menelefon ke Hotel Hilton dan Hotel Santika. Nomornya diperoleh dari hasil penelusuran di internet. Namun, ketika dihubungi, ternyata nomor tersebut adalah nomor Hotel Sheraton.

PDF menelefon hotel itu di dalam angkot Cicaheum-Ledeng. Saat itu, PDF dalam perjalanan ke sekolahnya di sekitar Jln. Suci. “Kebetulan penumpang di dalam angkot itu hanya dia sendirian,” kata Arman.

Arman menambahkan, kemungkinan PDF tidak akan dijerat hukum. “Soalnya, dia memiliki kekurangan-kekurangan yaitu mengidap autis. Kami juga sudah memeriksa PDF dengan bantuan tim psikologi Polda Jabar. Hingga hari ini, dia masih menginap di Mapolwiltabes Bandung. Tidak dimasukkan ke sel tahanan. Tadi malam dia ditemani orang tua dan keluarganya,” ujarnya

Read Full Post »

Hasil Akhir Lomba Karya Sastra
PAC IPNU IPPNU Nalumsari
(Cipta Puisi dan Penulisan Cerpen: Dalam Ruang Kebangsaan)

Setelah melalui tahapan penilaian dewan penyeleksi dan dewan penilai, maka berikut ini kami sampaikan pemenang lomba karya sastra PAC IPNU-IPPNU Nalumsari.

A. Kategori penulisan cerpen
1. Mufarichah “Sepuntung Rokok Kretek”
2. Atik Amrina Sofa “Dekapan Ibu di Bawah Bendera”
3. Arundina Apriyani “Sorban Menggantung”

B. Kategori penulisan cerpen
1. Lukman Hakim “Tangis”
2. Saiful Umam “Sujud Kaki Pertiwi”
3. Ika Wahyu “Deru Asap Jalanan”

Demikian ini disampaikan, terima kasih atas partisipasinya semua dan dukungan dari berbagai pihak.

Panitia

Read Full Post »

Older Posts »