Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘khazanah seni’ Category

Nalumsari Art Festival 2009

“Reborn of My Country”

 durna-pc-ipnu-jepara

 Dalam rangkaian Hari Lahir IPNU ke-55 (24 Pebruari) dan IPPNU ke-54 (2 Maret), PAC IPNU-IPPNU Nalumsari akan menggelar Nalumsari Art Festival (NAF) tahun 2009, besok 27-29 Maret.

Acara yang telah menjadi agenda rutin PAC ini mengambil tajuk “Reborn of My Country”, yang memiliki makna sebagai refleksi terbangunnya kembali sendi sosial dan budaya dari kota-kota di sekitar keberadaan Nalumsari.

Acara dikemas dalam 4 agenda, mulai dari parade teater, parade puisi, workshop keteateran, serta diskusi tentang wacana lokal pengembangan daerah. Ini dilakukan agar terjadi integrasi bertahap antara nalar berfikir kader muda NU yang peduli kesenian, pelestarian tradisi rakyat, sekaligus memiliki cara pandang yang baik terhadap daerahnya.

Beberapa pihak akan terlibat dalam perhelatan seni Nalumsari tersebut seperti Komunitas Teater Sidji Pitoe PAC Nalumsari, komunitas Teater Keris Nalumsari, komunitas Teater Tuman INISNU Jepara, Teater Satoesh STAIN Kudus, Teater Metafisis IAIN Walisongo, serta menggandeng pelaku seni pelajar maupun mahasiswa lain.

“Ini juga untuk mengungkap jati diri kota Jepara apakah akan mampu menjaga gelar Kota Ukir atau justru Kota Hantu karena justru berjajar gedung-gedung kosong bekas pabrik mebel yang ditinggal pemiliknya”, tutur Muhliyanto diiringi gelak tawa.

Read Full Post »

Hasil Akhir Lomba Karya Sastra
PAC IPNU IPPNU Nalumsari
(Cipta Puisi dan Penulisan Cerpen: Dalam Ruang Kebangsaan)

Setelah melalui tahapan penilaian dewan penyeleksi dan dewan penilai, maka berikut ini kami sampaikan pemenang lomba karya sastra PAC IPNU-IPPNU Nalumsari.

A. Kategori penulisan cerpen
1. Mufarichah “Sepuntung Rokok Kretek”
2. Atik Amrina Sofa “Dekapan Ibu di Bawah Bendera”
3. Arundina Apriyani “Sorban Menggantung”

B. Kategori penulisan cerpen
1. Lukman Hakim “Tangis”
2. Saiful Umam “Sujud Kaki Pertiwi”
3. Ika Wahyu “Deru Asap Jalanan”

Demikian ini disampaikan, terima kasih atas partisipasinya semua dan dukungan dari berbagai pihak.

Panitia

Read Full Post »

Who am I?

 

(Seni Kepemimpinan Membedakan Kawan atau Lawan) [1]*

 

 

pemimpin-dunia-ternama-dari-ipnu-nalumsari-jepara-jawa-tengahTema kepemimpinan merupakan topik yang selalu menarik diperbincangkan dan tak akan pernah habis dibahas. Masalah kepemimpinan akan selalu hidup dan digali pada setiap zaman, dari generasi ke generasi guna mencari formulasi sistem kepemimpinan yang aktual dan tepat untuk diterapkan pada zamannya. Hal ini mengindikasikan bahwa paradigma kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat dinamis dan memiliki kompleksitas yang tinggi.

Term kepemimpinan lahir sebagai suatu konsekuensi logis dari perilaku dan budaya manusia yang terlahir sebagai individu yang memiliki ketergantungan sosial (zoon politicon) yang sangat tinggi dalam memenuhi berbagai kebutuhannya (homo sapiens). Abraham Maslow mengidentifikasi adanya 5 tingkat kebutuhan manusia:  1). kebutuhan biologis, 2). kebutuhan akan rasa aman, 3). kebutuhan untuk diterima dan dihormati orang lain, 4). kebutuhan untuk mempunyai citra yang baik, dan 5). kebutuhan untuk menunjukkan prestasi yang baik.

Dalam upaya memenuhi kebutuhannya tersebut manusia kemudian menyusun organisasi dari yang terkecil sampai yang terbesar sebagai media pemenuhan kebutuhan serta menjaga berbagai kepentingannya. Bermula dari hanya sebuah kelompok, berkembang hingga menjadi suatu bangsa. Dalam konteks inilah, sebagaimana dikatakan Plato dalam filsafat negara, lahir istilah kontrak sosial dan pemimpin atau kepemimpinan.

(lebih…)

Read Full Post »

 

 

Laskar Pelangi The Movie,

Menyadarkan Lunturnya Semangat Belajar

Presiden SBY mengatakan bahwa film Laskar Pelangi adalah film jempolan.

Karya cipta Andrea Hirata akhirnya naik ke layar lebar, kisahnya tentang perjuangan sekelompok anak sekolah tingkat dasar dengan bantuan tak kenal lelah dari seorang ibu Guru. Untuk sederetan nama pemeran dan sosok yang diperankannya mungkin bisa dilihat di sini http://www.laskarpelangithemovie.com/, saya hanya coba melihat dari sisi pandang seorang penonton 21 yang datang tidak dengan bawaan pengenalan novel Laskar Pelangi sebelumnya, jadi saya hanya terbawa keriuhan keingintahuan penonton untuk menyaksikan langsung sebuah film adaptasi novel laris karya Andrea Hirata. Dari keadaan sebelumnya yang terjadi di tiap studio pemutaran film akhirnya saya dan keluarga memutuskan menunggu hingga badai penonton mulai sepi karena pada hari-hari sebelumnya antrian penonton tak jarang membuat kesal karena bisa saja kita yang sudah antri harus rela duduk mendongak karena kebagian jatah di barisan depan. Tunggu punya tunggu pun berhasil karena malam itu kami duduk nyaman di deretan F studio 21 Metropilitan Mall Bekasi berbekal tiket 15ribu untuk 3 orang.

Sebagai penonton yang mungkin datang dari pembaca novelnya pasti ada saja nada protes kurang ini dan kurang itu tapi saya pikir untuk durasi film tak mungkin bisa menerjemahkan isi satu buku penuh demi memuaskan khalayak ramai. Cerita yang diangkat dari secuil kisah dari pulau Belitong (sama tidak dengan Belitung ?) saya melihat banyak kegembiraan yang coba diterjemahkan sutradara dimana mimpi harus kita jaga dan kita coba raih beserta kesempatan yang datang. Saya yang tidak gemar membaca novel cukup puas melihat film ini yang menyajikan petualangan mendapatkan pendidikan dan riuh rendahnya sukacita yang diusung oleh para karakter yang bermain, mulai dari kesempatan bersekolah yang akhirnya terjalani karena memenuhi kuota di detik terakhir, keriangan 10 anggota laskar pelangi mencapai piala idaman, hingga kematian pengasuh besar mereka saat mereka tengah di puncak semangat. Penggambaran alam saya pikir sangat baik mengedepankan alam pesisir pantai, padang rumput, rawa ber-buaya digandeng nada-nada humoris para Laskar Pelangi.

Akhir kata film ini masih layak tonton di segala umur meski di beri catatan hanya untuk penonton di atas 10 tahun. Jangan terlalu mencari kekeliruan kata-kata yang ada di novel dan dibanding-bandingkan dengan versi layar lebarnya, jangan juga terlalu mempertanyakan kenapa disini tidak ada itu dan itu tidak ada disini. Apa yang diharapkan dari sebuah film berdurasi singkat untuk sama baiknya dengan versi novel. Sebuah pemandangan cerita segar ketimbang harus antri hanya demi film horor yang tidak becus di produksi atau percintaan tidak jelas yang mencari air mata penonton. Film Indonesia memang sedang naik pangkat karena sudah mampu mendominasi papan studio di bioskop-bioskop kota, tinggal kita yang harus pintar memilih mana film yang baik mana film yang buruk dan Laskar Pelangi masuk di kategori BAIK. Great job !!

Read Full Post »

The Choice Of My Life

Rofiati (29 April 1992)

Domisili di Menganti Kedung Jepara, siswi MA Walisongo

Sebagaimana cuaca hari ini yang cerah, hati Sasi pun secerah matahari yang bersinar dengan penuh keihlasan menerangi bumi ini

“Sas, hari ini kamu kok beda banget sih? Biasanya kamu diem melulu” kata Lia sahabat Sasi.

“Iya, aku bahagia banget nih hari ini, mau tahu kenapa?”

“Ya iyalah, katanya aku sahabat terbaik kamu? Kok giliran kamu seneng gak mau cerita ma sahabat yang selalu setia kepadamu sih?” kata Lia sambil merayu Sasi (lebih…)

Read Full Post »

TAK HANYA SEBATAS IMPIAN

Ratna Candra Wati (27 Agustus 1992)

Berdomisili di Geneng Batealit Jepara, siswi MAK Walisongo Pecangaan Jepara

Tiga tahun sudah ku lalui masa-masa SMA ku dengan sejuta rasa yang belum pernah ku rasakan sebelumnya, dari rasa bahagia karena cinta, hampa serta malu karena prilaku ku yang sulit ku mengerti, juga kesedihan yang kadang-kadang melanda, meskipun ku seorang cowok tapi aku kadang-kadang juga merasa sedih sampai menitihkan air mata yang sepertinya tak wajib hukumnya. Oh ya namaku Dana Setiawan biasa dipanggil Dana.

Suatu ketika terlintas dibenakku tentang masa depan yang kan menjadi milikku. Semua itu berawal dari pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang teman cewek pada ku tentang makna dari kata “Jati Diri”. Dia bernama Asya Maseta biasa ku panggil Seta, dia adalah seorang bintang kelas yang sepertinya tak memiliki kekurangan sedikitpun. Yaiyalah udah pinter, bonyoknya tajir, cantik pula pokoknya bertemu dengan dia serasa bertemu bidadari disurga, tapi itu kata temen-temen aku yang ngerasa udah pernah ke surga.

(lebih…)

Read Full Post »

Indah

Karya Ella Izzatin Nada (Jepara, 6 Oktober 1992)

Berdomisili di Ngeling 8/1 Pecangaan Jepara, sekolah MA Matholi’ul Huda Troso

Aku Indah, anak dari Pak Rahadi, Semenjak Ibu tiada kami hanya tinggal berdua, kami pindah dari Surakarta ke Bandung beberapa tahun lalu, Karena pekerjaan ayah di kota ini, hidupku berubah menjadi derita setelah ayahku menikah lagi, dari sinilah awal malapetaka itu terjadi, Pada suatu pagi buta saat turun hujan gerimis dan suasananya terasa dingin. Belum lagi terdengar gemuruh angin yang meniup dedaunan pepohonan. Saat itu aku baru saja selesai sholat subuh tersengar suara pintu pagar diketuk – ketuk orang, semakin lama ketukan itu terdengar semakin keras, seakan – akan suaranya mau memecahkan gendang telingaku sangking karasnya membuat seisi rumah menjadi bertanya – tanya keheranan. Dengan tergesa – gesa aku berlari dari kamar dan menuju ke pagar depan untuk menyambut suara ketukan itu. Eh siapa tahu aja mungkin itu saudara – saudaraku yang datang dari jauh atau mungkin juga seorang teman sedang yang mencariku.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »