Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘tokoh’ Category

habiby….

 

 

  1. Senin Malam Selasa Tgl 20-oktober-2008 Jam 19:00 Di Halaman Ibu Siti Aisyah, ( Desa Sumber Tengah Bulusan, Hadipolo Jekulo Kudus.)

  2. Selasa Malam Rabu Tgl 21-Oktober-2008 Jam 19:00 Di Halaman Masjid Jami’ Gribigan, Porwosari Kudus (Perempatan Jember Ke Selatan)

  3. Jum’at malam Sabtu Tgl 24-Oktober-2008 Jam 19:00 Di Serambi Masjid Agung Baitul Makmur Kota Jepara. (Selapanan Setiap Hari Jum’at Malam Sabtu Legi.)

  4. Senin Malam Selasa Tgl 27-Oktober-2008 Jam 09:00 Di Halaman IBU Hj. ATIK/ Bpk.H.SUTRISNO (Alm) (Jl. KH, Sucen, Kajeksan Kudus. Masjid Menara ke Utara)

  5. Jum’at malam Sabtu Tgl 31 Oktober-2008 Jam 19:00 Di Halaman rumah Bp. H. MUHAMMAD SUWITO. Desa Purworejo Jambean, Bae, Kudus ( Sebelah Utara Bangjo Panjang )

  6. Senin malam Selasa Tgl 03-November-2008 Jam 19:00 Di Halaman rumah Bp. H. HAMBALI/ TOKO MAWADDAH (Ds. Pladen Jekulo. Kudus)

  7. Selasa malam Rabu Tgl 04-November-2008 Jam 19:00 Selapanan Setiap Hari Selasa Legi Malam Rabu Pahing (Di Serambi MASJID AGUNG KUDUS)

  8. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

sang Penjaga Wahyu, KH Arwani

KH. M. ARWANI AMIN /MBAH ARWANI
sang Penjaga Wahyu Dari Kudus

Yanbu’ul Qur’an Adalah pondok huffadz terbesar yang ada di Kudus. Santrinya tak hanya dari kota Kudus. Tetapi dari berbagai kota di Nusantara. Bahkan, pernah ada beberapa santri yang datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.Pondok tersebut adalah pondok peninggalan KH. M. Arwani Amin. Salah satu Kyai Kudus yang sangat dihormati karena kealimannya, sifatnya yang santun dan lemah lembut.KH. M. Arwani Amin dilahirkan dari pasangan H. Amin Sa’id dan Hj. Wanifah pada Selasa Kliwon, 5 Rajab 1323 H., bertepatan dengan 5 September 1905 M di Desa Madureksan Kerjasan, sebelah selatan masjid Menara Kudus.Nama asli beliau sebenarnya Arwan. Tambahan “I” di belakang namanya menjadi “Arwani” itu baru dipergunakan sejak kepulangannya dari Haji yang pertama pada 1927. Sementara Amin bukanlah nama gelar yang berarti “orang yang bisa dipercaya”. Tetapi nama depan Ayahnya; Amin Sa’id.

(lebih…)

Read Full Post »

KH Raden Asnawi Kudus



KH.RADEN ASNAWI
Kyai Haji Raden Asnawi itulah nama yang digunakan setelah menunaikan ibadah haji yang ketiga hingga wafat. Adapun nama sebelumnya ialah Raden Ahmad Syamsi, kemudian sesudah beliau menunaikan ibadah haji yang pertama berganti nama Raden Haji Ilyas dan nama inilah yang terkenal di Mekah. KH.R. Asnawi adalah putra yang pertama dari H. Abdullah Husnin seorang pedagang konfeksi yang tergolong besar di Kudus pada waktu itu, sedang ibunya bernama R.Sarbinah. KH.R. Asnawi lahir di kampung Damaran, Kudus pada tahun 1281 H (+1861 M), beliau termasuk keturunan ke-14 dari Sunan Kudus (Raden Ja’far Shodiq) dan keturunan ke-5 dari Kyai Haji Mutamakin seorang wali yang kramat di desa Kajen Margoyoso Pati, yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram.

Masa Mudanya
Sejak kecil beliau diajar oleh orang tuanya sendiri, terutama dalam mengaji Al-Qur’an. Setelah berumur 15 tahun beliau diajak oleh orang tuanya ke Tulung Agung Jawa Timur untuk mengaji sambil belajar berdagang. Sesudah mendapat asuhan dan didikan dari orang tuanya, beliau kemudian mengaji di pondok pesantren Tulungagung, lalu berguru dengan Kyai H. Irsyad Naib Mayong Jepara sebelum pergi haji. Selama di Mekah beliau berguru antara lain dengan Kyai H. Saleh Darat Semarang, Kyai H. Mahfudz Termas dan Sayid Umar Shatha.

(lebih…)

Read Full Post »

 

In Memoriam Deliar Noer

 

Nama Deliar Noer tidak bisa lepas dari sejarah negeri ini. Sebagai seorang cedekiawan, pakar, politikus sekaligus pengajar, Deliar Noer nyaris tak ada duanya. Dengan pikirannya yang kritis, Deliar sering dihadang kekuatan utama untuk berkiprah di dunia pendidikan dan dunia politik. Bahkan, dia sampai harus mencari nafkah di negeri orang, karena di negeri sendiri diasingkan.

Prof Dr Deliar Noer, merupakan cendekiawan muslim asal Ranah Minang, yang lahir di Medan 9 Februari 1926. Beliau merupakan doktor politik pertama di Indonesia. Beragam pemikirannya mewarnai perjalanan bangsa. Meskipun, terkadang pemikirannya yang kritis, justru menjadi bumerang baginya.

(lebih…)

Read Full Post »